Sejarah Minangkabau & Sumatera Barat

Sawahlunto Kejayaan Kota Tambang Batubara Di Sumatera Barat

Bagi wisatawan yang datang ke Sumatera Barat, Sawahlunto menyimpan pesona tersendiri. Di sana, terlihat jelas jejak-jejak kejayaannya semasa menjadi kota tambang batubara. Kota Sawahlunto yang dibangun Belanda sekitar 123 tahun lalu memang didirikan karena temuan batubara oleh Hendrik De Greve. Padahal letak Sawahlunto saat itu sangat jauh di pedalaman Sumatera Barat. Kandungan batubara yang besar di Sawahlunto telah menjadikan tempat itu sebagai kota penting di Sumatera pada masa lalu. Cadangan “emas hitam” dalam jumlah besar ini menarik Pemerintahan Hindia Belanda untuk berinvestasi 5,5 juta gulden, termasuk untuk membangun Pelabuhan Emma Haven, kini menjadi Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Tujuannya: memperlancar ekspor hasil tambang tersebut. Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun jalur kereta… Baca KelanjutannyaSawahlunto Kejayaan Kota Tambang Batubara Di Sumatera Barat

Konflik Semanjung Malaya Dari Kerajaan Chola Hingga VOC Belanda

Konflik militer di Semenanjung Malaya, yang kini menjadi bagian dari Kerajaan Malaysia, memiliki sejarah panjang. Serangan militer penting yang terekam sejarah bermula dari ekspedisi laut Kerajaan Chola di India Selatan yang berpusat di Delta Sungai Kaveri di Kota Nagapattinam. Kerajaan Chola yang muncul tahun 985 Masehi menurut sejarawan Herman Kulke dalam buku Nagapattinam to Suvarnadwipa, Reflections on the Chola Naval Expeditions to Southeast Asia merupakan salah satu dinasti terkuat di dunia pada abad ke-10. Kekuatan superpower lain kala itu adalah Dinasti Fatimiyah di Mesir yang muncul tahun 969 Masehi dan Dinasti Sung di Tiongkok yang muncul tahun 960 Masehi. Raja bernama Rajaraja dari Kerajaan Chola mengembangkan kekuasaan di India Selatan, Sri… Baca KelanjutannyaKonflik Semanjung Malaya Dari Kerajaan Chola Hingga VOC Belanda

Menjaga Warisan Bung Syahrir

Namanya Koto Gadang, terletak di wilayah Kecamatan Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Koto Gadang berarti kota gede. Ada kesamaan yang istimewa dengan Kotagede di Yogyakarta. Dua kawasan ini sama-sama merupakan kawasan budaya yang menyimpan sejarah. Pusaka sejarah itu adalah rumah-rumah tradisional dengan berbagai corak arsitektur. Sebagaimana di Kotagede, di Koto Gadang warganya pun memiliki industri rumah tangga perhiasan perak. Pendeknya, sebagaimana Kotagede, Koto Gadang adalah saujana budaya masa silam yang sampai kini praktis masih terjaga. Di situlah tempat Sutan Sjahrir dilahirkan (5 Maret 1909-9 April 1966) dan hidup pada masa kanak-kanaknya. Salah seorang tetua suku Sikumbang, Datuk Narayau Asraful Nazmi, yang merupakan kerabat jauh Sutan Sjahrir, mengatakan, di rumah itulah Sjahrir… Baca KelanjutannyaMenjaga Warisan Bung Syahrir

Mengenang Konfrensi Meja Bundar 1949

Konferensi Meja Bundar, 23 Agustus 1949, antara lain memutuskan, sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, pihak Belanda mendapat bayaran sebesar 4,5 miliar gulden dari pihak Indonesia. Menurut sejarawan Lambert Giebels, sebelumnya Belanda menuntut imbalan sekitar 6,5 miliar gulden. Dalam kaitan memperingati 60 tahun Konferensi Meja Bundar (KMB)—23 Agustus-2 November 1949—dan penyerahan kedaulatan—27 Desember 1949—Radio Nederland Wereldomroep (NRW) mengundang wartawan dari Indonesia yang meliput KMB 60 tahun lalu untuk berbagi pengalaman. Dari sekitar 12 wartawan yang kala itu meliput, tinggal tiga orang yang masih hidup, satu di antaranya Rosihan Anwar. Wartawan senior sekaligus pelaku sejarah itu menuliskan hasil perjalanannya selama sepekan di Nederland bulan Desember lalu Saya mulai berjalan didampingi Febriyanti Sukmana… Baca KelanjutannyaMengenang Konfrensi Meja Bundar 1949

Petualangan Kapten Yonker dan Aru Palaka Di Minangkabau

Kapten Yonker dan Aru Palaka adalah orang-orang yang turut memperkuat pasukan Belanda. Pasukan yang mereka pimpin sewaktu di Minangkabau cukup membuat repot karena keberanian dan keahlian berperangnya. Meskipun Kapten Yonker dan Aru Palaka ini berperang untuk pasukan Belanda namun kehebatan mereka dalam berperang patut mendapat catatan tersendiri. Akhir hidup dari Kapten Yonker ini sebagai pendukung Belanda yang setia dan banyak jasanya cukup mengenaskan, dikhianati oleh bangsa Belanda yang dibela dengan nyawa. Sentot Alibasya masih lebih beruntung yang hanya di istirahatkan dengan mewah di Bengkulu. Perang di Minangkabau Jacob Gruys pada bulan April 1666 dengan 200 pasukan Belanda dan pasukan-pasukan pembantunya menyerang kota Pauh untuk memadamkan pemberontakan rakyat. Serangan itu berakhir tragis… Baca KelanjutannyaPetualangan Kapten Yonker dan Aru Palaka Di Minangkabau

Surat Kabar Koran Pertama Di Indonesia

Ada beberapa kriteria untuk bisa menyebut apakah surat kabar pertama yang terbit di Indonesia. Surat kabar mulai terbit di Indonesia pada pertengahan abad 18 dan umumnya diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan berbahasa Belanda pula namun seiring dengan perkembangan mulai banyak surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara Arab, Jawa atapun campuran dengan aksara Latin. Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli. Warta Berita adalah koran atau surat kabar pertama di Indonesia dan terbit pada tahun 1901. Surat Kabar Tertua di Sumatera Koran Berbahasa Melayu… Baca KelanjutannyaSurat Kabar Koran Pertama Di Indonesia

Sejarah Sumatera Barat Dari Masa Ke Masa

Peran Sumatera Barat Mengapa Sumatera Barat Sekilas Kerajaan di Sumatera Barat Cetak Biru Raffles terhadap Minang Gerakan Paderi di Sumatera Barat Masa awal kemerdekaan Indonesia Peran Sumatera Barat Semua orang di Indonesia mengetahui bahwa nama Sumatera Barat merupakan euphemisme dari alam Minangkabau. Suku mayoritas di Sumatera Barat yang bangga akan adat istiadatnya, berpikiran maju, pemeluk islam yang taat dengan sistem sosial yang berbeda dengan daerah lain. Provinsi Sumatera Barat ini memiliki posisi yang unik dan penting terutama dalam terbentuknya Kebangsaan Indonesia, karena itu tidaklah salah menyebut bahwa Sumatera Barat adalah provinsi yang paling berpengaruh di Sumatera. Orang minang yang mengisi 90 persen dari penduduk Sumatera Barat memberikan kontribusi yang tidak sedikit… Baca KelanjutannyaSejarah Sumatera Barat Dari Masa Ke Masa