Blog Pernikahan Adat Minangkabau

Petani Minangkabau Kembali Ke Alam Melalui Pertanian Organik

Petani di Minangkabau Sumatera Barat meninggalkan pestisida dan pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan atau organik. Penggagasnya diganjar Kalpataru MASRIZAL, 60 tahun, petani Minang asal Jorong Batang Laweh, Solok Selatan, Sumatera Barat, masih ingat jelas kejadian di awal 1980-an. Saat itu, ia biasa melihat ada pesawat kecil yang menyemprot sawahnya dengan endrin untuk membasmi hama tungro (virus yang ditularkan wereng hijau) yang memakan padi di kampungnya. Penyemprotan hama juga dilakukan para penyuluh lapangan. Hama memang mati. Tapi belut dan ikan yang ada di dalam sawah pun jadi korban. Itik, kucing, dan ayam yang memakan ikan mati ikut putus napas pada sore harinya. Benar-benar mengejutkan. “Sejak itu,… Baca KelanjutannyaPetani Minangkabau Kembali Ke Alam Melalui Pertanian Organik

Pernikahan Adat Minang Lubuk Jantan

Setiap daerah di Minangkabau memiliki adat pernikahan yang sedikit banyak berbeda dari daerah lain. Pada hari kedua Ragam Pernikahan Nusantara 2007 tanggal 15 November, Pelaminan Minang Buchyar menampilkan prosesi pernikahan adat Minang Lubuk Jantan, Lintau – Kabupaten Tanah Datar di provinsi Sumatera Barat. Dalam prosesi pernikahan adat Minang khas Lubuk Jantan ini dipandu oleh Ibu Nusye sebagai pembawa acara dan disaksikan oleh wakil dari Bupati Tanah Datar. Pelaminan khas Lubuk Jantan Pelaminan khas minang ala Lubuk Jantan yang diperagakan oleh Pelaminan Minang Buchyar ini bertaburkan kain bersulamkan benang emas dengan warna yang mendominasi hitam, warna yang mewakili kalangan datuk. Singgasana pengantin di buat untuk bersila dan bersimpuh, dan bukan duduk di… Baca KelanjutannyaPernikahan Adat Minang Lubuk Jantan