Pameran Wedding Pernikahan Kemilau Songket Minang

Kreativitas para perancang busana ternyata identik dengan keberuntungan. Tidak saja keberuntungan secara finansial yang diraih perancang dan perajin, tetapi juga keberuntungan bagi tumbuhnya sebuah kebudayaan. Secara sosial-ekonomi, industri tenun songket merupakan salah satu tulang punggung ekonomi rakyat yang cukup penting. Industri kecil masih tetap bertahan sebagai kegiatan ekonomi rakyat kecil.   Perancang busana Riny Suwardy, yang sudah 15 tahun berkutat dengan songket Minang, berharap industri ini bisa lebih menasional dan mendunia. Peragaan busana kebaya songket Minang bertajuk ”Kemilau Songket Padang” yang ditampilkannya di Bidakara Wedding Expo ke-5 di Jakarta, beberapa waktu lalu, misalnya, membuktikan harapan tersebut.  Perancang busana Riny Suwardy di Jakarta, pada acara Bidakara Wedding Expo 5, menampilkan busana kebaya… Baca KelanjutannyaPameran Wedding Pernikahan Kemilau Songket Minang

Gulai Itik Itiak Lado Mudo Di Ngarai Sianok

Bagaimanakah rasa gulai bebek muda yang direndam dalam kuah penuh cabai hijau? Huh…! Rasa gurih-pedasnya sulit terlupakan. Sensasi yang agak ekstrem itu menyergap lidah saat kami menyantap bebek muda cabai hijau. Itulah menu andalan Rumah Makan Gulai Itiak Lado Mudo di Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat. Lokasi warung bersahaja tersebut berada di Jalan Ngarai-Binuang, persis di bawah ngarai yang indah itu. Saat kami berkunjung, awal Mei lalu, ada sejumlah tamu sedang makan. Sambil mengunyah daging bebek yang empuk, tubuh mereka berkeringat karena kepedasan. ”Pedasnya tajam. Tapi, enak karena bercampur gurih,” kata Faisal, seorang pengunjung dari Jakarta, seraya menyeka keringat di dahinya. Sambil terus berdecap-decap, mulut pemuda itu juga mendesis-desis terkena ”tendangan”… Baca KelanjutannyaGulai Itik Itiak Lado Mudo Di Ngarai Sianok

Rendang Padang Ikon Masakan Indonesia Hadir Di Pameran Wisata Berlin

Pakar kuliner Indonesia, William Wongso (63) memperkenalkan Rendang Padang kepada pengunjung pameran pariwisata terbesar di dunia Internationale Tourismus Borse (ITB) yang berlangsung di Messe Berlin, sejak 10 Maret lalu. Selama pameran berlangsung stand Maskapai Penerbangan Nasional Garuda yang akan melakukan penerbangan perdana dari Amsterdam ke Jakarta pada Juni mendatang, dipenuhi pengunjung yang ingin mencicipi Rendang Padang yang disajikan oleh William Wongso. Pernah ada yang antri menunggu dengan sabar lebih dari 20 menit menunggu nasi dipanaskan, ujar William Wongso pada acara penutupan pameran pariwisata ITB Berlin, Minggu. William Wongso yang ditunjuk oleh Dirut Garuda Emirsyah Satar menjadi penasehat bidang kuliner penerbangan Garuda mengatakan bahwa ia menyiapkan lebih dari puluhan kilo rendang. Menurut… Baca KelanjutannyaRendang Padang Ikon Masakan Indonesia Hadir Di Pameran Wisata Berlin

Bukittinggi Kota Wisata Yang Tanpa Perda Benda Cagar Budaya

Balai Pelestarian Peninggalan Pusaka (BP3) Batusangkar yang wilayah kerjanya mencakup Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, mengungkapkan, Kota Bukittinggi memiliki 47 sumber daya budaya antaralain dalam bentuk bangunan pertahanan, perkantoran, permukiman, fasilitas umum, dan bangunan militer. “Tapi belum ada Perda kota, belum ada penetapan dari pemerintah kota. Nanti kalau ada bangunan bersejarah yang dirusak, sulit untuk menuntut. Karena belum ada ketentuan hukum yang sah,” tandas Kepala Kelompok Kerja Dokumentasi, Publikasi, dan Pengembangan BP3 Batusangkar, Teguh Hidayat, beberapa waktu lalu dalam Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang di Bukittinggi. Ia menambahkan, dari kacamata BP3 Batusangkar, di Bukittinggi ada 47 bangunan yang berpotensi menjadi BCB (Benda Cagar Budaya). “Tapi tugas kita hanya mendorong daerah untuk… Baca KelanjutannyaBukittinggi Kota Wisata Yang Tanpa Perda Benda Cagar Budaya

Paris Van Sumatera – Kota Bukittinggi Yang Berawal Dari Pasar

Parijs van Sumatra adalah sebutan dua kota di Sumatera pada masa kolonial. Di pulau Jawa, Bandung-lah yang mendapat julukan Parijs van Java. Tak lain karena pemandangan nan indah, pegunungan, berkelok-kelok, dan cuaca yang sejuk. Di Pulau Sumatera, Medan (Sumatera Utara) dan Bukittinggi (Sumatera Barat) mendapat julukan seperti tersebut di atas. Kali ini, giliran Parijs van Sumatra yang di Bukittinggi. Kota dengan liukan pegunungan nan elok, pemandangan hijau royo-royo, ngarai, serta Tri Arga (tiga gunung) yaitu Gunung Merapi – gunung tertinggi di Sumatera Barat – Gunung Singgalang, dan Sago. Sebenarnya tak hanya tiga gunung itu yang mengelilingi Bukittinggi. Tapi ada 27 bukit lain yang membuat Bukittinggi begitu sejuk dan cantik. Istana Negara… Baca KelanjutannyaParis Van Sumatera – Kota Bukittinggi Yang Berawal Dari Pasar

Jam Gadang Bukit Tinggi Kini Tanpa Patung Hermes dan Harimau

London boleh bangga punya Big Ben, tapi Bukitinggi boleh lebih berbangga, tak hanya punya Jam Gadang (Jam Besar), tapi juga pemandangan alam yang tak terbandingkan. Tengok saja Ngarai Sianok, dengan Goa/Lubang Jepang-nya. Belum lagi sederet gunung yang melingkari kota ini. Sebagai tengara kota, Jam Gadang setinggi 26 meter ini dibikin oleh putera Bukittinggi, Yazid Sutan Gigiameh. Dari paparan tim Rehabilitasi Jam Gadang, disebutkan, Jam Gadang dibangun oleh opzichter (arsitek) bernama Yazid Abidin (Angku Acik) yang berasal dari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Jam yang merupakan hadiah Ratu Belanda kepada Controleur Oud Agam (sekretaris kota), HR Rookmaker, ini dibangun di “bukit tertinggi” (Bukik Nan Tatinggi) dan menghadap ke arah Gunung… Baca KelanjutannyaJam Gadang Bukit Tinggi Kini Tanpa Patung Hermes dan Harimau

Artis Marshanda Tampil Cantik Menawan Dalam Baju Busana Adat Minangkabau Ketika Pulang Kampung

Marshanda pulang kampung! Ikut dalam iring-iringan pada acara ”Baralek Gadang Batagak Pangulu”, akhir Februari di Tabek Sarojo, Bukittinggi, Sumatera Barat. Segera saja, kehadiran gadis kelahiran 10 Agustus 1989 ini menjadi perhatian masyarakat. Dia berada di Bukittinggi karena pamannya, Riyanto Sofyan, diangkat menjadi salah satu datuk pada acara tersebut, yaitu Datuk Pisang Ampek Nagari. Berbusana gadis Minang, sembari membawa nampan berisi keris dan peci datuk, Marshanda tersenyum meskipun ketegangan tergambar di rautnya. ”Menjadi deg-degan enggak karuan. Bayangin aja, sepanjang perjalanan di pesawat, aku sedikit tegang. Bagaimana hati enggak tegang campur deg-degan, itu kan tanah budaya leluhurku. Semua keluargaku, adik-adik, Mama, dan saudara-saudara yang lain sudah pernah mendatanginya. Cuma aku sendiri yang sama… Baca KelanjutannyaArtis Marshanda Tampil Cantik Menawan Dalam Baju Busana Adat Minangkabau Ketika Pulang Kampung