Resep Ketupat Beras

Bahan Kantung ketupat 50 gram beras, cuci dan tiriskan 2 lembar daun pandan, sobek sobek lalu ikat simpul garam santan dari 1 butir kelapa Cara Membuat 1. Isi kantung ketupat dengan beras sehinggga 1/3 bagian 2. Susun di dalam panci 3. tuangkan santan hingga terendam 5 cm dari atas ketupat 4. Bubuhi garam dan daun pandan 5. Rebus hingga matang/hingga selurus santan habis 6. Angkat dan tiriskan

Resep Rendang Ayam

Bahan 350 gram kentang kecil 10 bawang merah 3 siung bawang putih 1 ruas jari jahe 2 ruas jari kunyit 1 potong besar lengkuas muda 1500 ml santan dari 3 kelapa 150 gram cabai giling halus 2 batang serai dimemarkan 3 lembar daun jeruk purut 1-2 potong asam kandis 1 ekor ayam dipotong agak besar Cara Membuat 1. Rendam kentang bersama kulitnya selama satu jam, setelah itu gosok-gosok dengan ampas kelapa sampai bersih lalu cuci dan tiriskan 2. lumuri ayam dengan sebagian cabai, diamkan selama satu jam 3. Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit dan lengkuas. 4. Rebus santan dengan bumbu yang telah dihaluskan, masukan sebagian cabai giling, daun kunyit,… Baca KelanjutannyaResep Rendang Ayam

Rendang Jadi Duta Besar Kuliner Indonesia Di Jerman

Rendang terpilih menjadi menu favorit pengunjung resepsi pembukaan “Indonesian Culinary Festival” di Grand Westin Hotel-Berlin, Jerman. “Tidak salah kalau rendang menjadi ikon kuliner Indonesia. Selain itu, rendang pun terbukti menjadi makanan terlezat di seluruh dunia versi CNN Go 2011,” ujar Sekretaris III-Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo. Acara resepsi pembukaan Indonesian Culinary Festival dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian Jerman, korps diplomatik, media, hotel, biro travel, friends of Indonesia, perwakilan dari Kemparekraf RI, dan peserta dari Institute of Cultural Diplomacy bertemakan “Authentic West Sumatran Culinary Culture”. Selain menu hidangan utama Sumatera Barat, berbagai makanan Nusantara lainnya dari makanan pembuka, salad, sup, hingga makanan penutup, seperti sarikaya, jongkong, dan minuman khas… Baca KelanjutannyaRendang Jadi Duta Besar Kuliner Indonesia Di Jerman

Sawahlunto Kejayaan Kota Tambang Batubara Di Sumatera Barat

Bagi wisatawan yang datang ke Sumatera Barat, Sawahlunto menyimpan pesona tersendiri. Di sana, terlihat jelas jejak-jejak kejayaannya semasa menjadi kota tambang batubara. Kota Sawahlunto yang dibangun Belanda sekitar 123 tahun lalu memang didirikan karena temuan batubara oleh Hendrik De Greve. Padahal letak Sawahlunto saat itu sangat jauh di pedalaman Sumatera Barat. Kandungan batubara yang besar di Sawahlunto telah menjadikan tempat itu sebagai kota penting di Sumatera pada masa lalu. Cadangan “emas hitam” dalam jumlah besar ini menarik Pemerintahan Hindia Belanda untuk berinvestasi 5,5 juta gulden, termasuk untuk membangun Pelabuhan Emma Haven, kini menjadi Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Tujuannya: memperlancar ekspor hasil tambang tersebut. Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun jalur kereta… Baca KelanjutannyaSawahlunto Kejayaan Kota Tambang Batubara Di Sumatera Barat

Konflik Semanjung Malaya Dari Kerajaan Chola Hingga VOC Belanda

Konflik militer di Semenanjung Malaya, yang kini menjadi bagian dari Kerajaan Malaysia, memiliki sejarah panjang. Serangan militer penting yang terekam sejarah bermula dari ekspedisi laut Kerajaan Chola di India Selatan yang berpusat di Delta Sungai Kaveri di Kota Nagapattinam. Kerajaan Chola yang muncul tahun 985 Masehi menurut sejarawan Herman Kulke dalam buku Nagapattinam to Suvarnadwipa, Reflections on the Chola Naval Expeditions to Southeast Asia merupakan salah satu dinasti terkuat di dunia pada abad ke-10. Kekuatan superpower lain kala itu adalah Dinasti Fatimiyah di Mesir yang muncul tahun 969 Masehi dan Dinasti Sung di Tiongkok yang muncul tahun 960 Masehi. Raja bernama Rajaraja dari Kerajaan Chola mengembangkan kekuasaan di India Selatan, Sri… Baca KelanjutannyaKonflik Semanjung Malaya Dari Kerajaan Chola Hingga VOC Belanda

Keberadaan Aksara Asli Minangkabau Perlu Ditelusuri Keberadaannya

Keberadaan aksara asli Minangkabau, yang merupakan perpaduan antara huruf Sanskerta dan aksara Arab kuno, tidak diketahui lagi. Ketidaktahuan itu disebabkan tidak ada lagi naskah-naskah kuno yang tersisa dengan tulisan dalam aksara asli Minangkabau. Kepala Taman Budaya Provinsi Sumbar Asnam Rasyid, Minggu (5/9), mengatakan, selama ini yang cenderung diketahui masyarakat adalah aksara Arab gundul dan huruf Sanskerta. ”Kalau yang saya ketahui di Sumatera Barat, ya, huruf Arab buta atau gundul,” kata Asnam. Pengajar pada Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang, Dr Herwandi, pada hari yang sama mengatakan, persoalan yang dihadapi ialah ketiadaan bukti naskah yang ditulis dalam aksara asli Minangkabau itu. Herwandi, yang pernah melakukan penelitian soal goresan serupa tulisan di Batu Batulih… Baca KelanjutannyaKeberadaan Aksara Asli Minangkabau Perlu Ditelusuri Keberadaannya

Desain Arsitektur Rumah Gadang Minangkabau

Arsitektur rumah tradisional di sepanjang pantai barat Sumatera memperlihatkan pergeseran unik. Jika diurut dari Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, hingga ke Sumatera Barat, bentuk atap rumah itu berubah: dari mendatar, agak melekuk, sampai melengkung sekali. Pemandangan itu menarik perhatian kami saat menyusuri kawasan pantai barat Sumatera dengan perjalanan darat, awal Mei lalu. Bangunan tradisional itu terbuat dari kayu tenam atau meranti atau ulin. dengan struktur berbentuk panggung. Sebagian rumah masih utuh. Kita mulai saja dari Liwa, Lampung Barat. Rumah tradisional di kawasan ini berbentuk datar dan terdiri dari empat sisi: bagian depan, belakang, samping kiri, dan samping kanan. Wuwungan atau bagian lancip atap terbentang lurus dari kiri ke kanan. Atap itu terbuat… Baca KelanjutannyaDesain Arsitektur Rumah Gadang Minangkabau