Pasukan Gajah Minangkabau

Pasukan gajah telah dipakai dalam pertempuran di Minangkabau. Pada tahun 1663, Groenewegen menjadi saksi sejarah tentang penggunaan pasukan gajah ini, saat Ia sedang aktif menjalankan lobi terhadap orang Minang untuk kepentingan perdagangan Belanda. Pada saat itu sebuah kota kecil bernama Bayang berhasil mematahkan serangan yang dilakukan rakyat kota Padang dan Sungai Pagu dengan korban 70 orang dari Padang termasuk Rajo Besar dan mereka kehilangan 2 ekor gajah dalam pertempuran itu. Peperangan waktu itu banyak terjadi karena berebut pengaruh dibidang ekonomi diantara pepimpin lokal setelah pudarnya kekuasaan kerajaan Aceh di Sumatera Barat. Kota Bayang adalah kota kecil diantara Kota Padang dan Painan serta agak sedikit ke selatan dari Tarusan. Kota Bayang selain… Baca KelanjutannyaPasukan Gajah Minangkabau

Minangkabau Eksportir Senapan Abad 18

Sedikit orang yang tahu bahwa pada abad ke-18, Minangkabau sudah terkenal sebagai pembuat senapan dan mengekspor senapan beserta pelurunya pada bangsa asing seperti Portugis maupun pada Kerajaan Aceh. Seorang Belanda yang berkunjung ke Sumatera Barat pada saat awal Perang Padri menulis: “Rakyat Minangkabau adalah orang yang berani, terlatih dalam perang, penembak yang jitu dan dalam menghadapi kesulitan serta pandai menggunakan keadaan alam sebagai keuntungan dalam pertahanan”. Dia juga menulis bahwa Rakyat Minangkabau sudah mengenal senapan dan bahkan telah mampu memproduksinya sendiri. Senapan – senapan itu persis dengan yang Belanda miliki, modelnya pun hanya tertinggal setahun dua tahun. Daerah yang terkenal sebagai produsen senapan adalah Sungai Yani dan Sungai Puar. Harga senapan… Baca KelanjutannyaMinangkabau Eksportir Senapan Abad 18

Sejarah Asal Usul Orang Melayu

Dalam buku Sejarah Melayu disebut bahwa Melayu adalah nama sungai di Sumatera Selatan yang mengalir disekitar bukit Si Guntang dekat Palembang. Si Guntang merupakan tempat pemunculan pertama tiga orang raja yang datang ke alam Melayu. Mereka adalah asal dari keturunan raja-raja Melayu di Palembang (Singapura, Malaka dan Johor), Minangkabau dan Tanjung Pura. Sejarah Melayu (Malay Annals) merupakan karya tulis yang paling penting dalam bahasa Melayu yang merupakan sumber yang otentik untuk informasi mengenai ke-Melayu-an. Disusun sekitar tahun 1612 tetapi didasarkan catatan-catatan yang lebih tua. Disebut juga bahwa anggota kerajaan Malaka menyebut diri mereka keturunan Melayu dari daerah Palembang. Seperti keluarga raja-raja di Negeri Sembilan yaitu: Yang Dipertuan Ali Alamsyah yang dianggap… Baca KelanjutannyaSejarah Asal Usul Orang Melayu

Susunan Masyarakat Adat Minangkabau

Minangkabau dan Sumatera Barat Pesisir, Darek dan Rantau Luhak dan Laras Suku dan Keluarga Mamak dan Kemenakan Datuk, Tuanku dan Raja Nagari, Koto dan Bandar Alim Ulama Pemerintahan Minangkabau dan Sumatera Barat Dewasa ini kata "Minangkabau" mempunyai pengertian yang identik dengan istilah Sumatera Barat. Perkembangan sejarah Minangkabau menunjukkan, bahwa daerah geografis Minangkabau tidak merupakan bagian dari daerah Propinsi Sumatera Barat sekarang. Dalam pengertian sempit wilayah itulah yang dimaksud dengan istilah "Alam Minangkabau". Buku ini menggunakan kata Minangkabau bagi daerah administratif Republik Indonesia, yang resmi disebut Propinsi Sumatera Barat. Istilah Alam Minangkabau digunakan bagi daerah Minangkabau – lama atau Minangkabau – asli. Penamaan Propinsi Sumatera Barat bagi daerah yang hanya meliputi sebagian… Baca KelanjutannyaSusunan Masyarakat Adat Minangkabau

PERBEDAAN ANTARA ORANG MINANG DAN ORANG PADANG

Perbedaan Antara Orang Minang dan Orang Padang

Dalam berbagai forum maupun tulisan seringkali disebut bahwa orang Minang atau biasa dikenal sebagai orang Padang. Sebutan yang demikian sebenarnya kurang tepat karena tidak semua orang Minang adalah orang Padang dan tidak semua orang Padang itu adalah orang Minang. Penamaan yang demikian adalah sama dengan menyebut bahwa orang Sunda adalah sama dengan orang Bandung. Padahal tidak semua orang Bandung adalah orang Sunda dan tidak semua orang Jawa Barat adalah orang Sunda. Orang Minang adalah sekelompok suku-suku yang tinggal atau mendiami wilayah disepanjang Bukit Barisan dipulau Sumatera sedangkan orang Padang adalah semua orang yang tinggal di kota Padang yang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat. Sumber: Kata Sambutan dalam Prosesi Pernikahan Adat Minang… Baca KelanjutannyaPerbedaan Antara Orang Minang dan Orang Padang

Pelaminan Minang Buchyar

Dalam adat Minangkabau, pernikahan merupakan salah satu masa peralihan yang sangat berarti karena merupakan permulaan masa seseorang melepaskan diri dari kelompok keluarganya untuk membentuk kelompok kecil milik mereka sendiri. Karena itu peristiwa pernikahan sangatlah penting bagi siklus kehidupan seseorang. Hari tersebut merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua calon mempelai dan keluarga dari kedua belah pihak. Ditandai dengan prosesi upacara adat dan keagamaan yang sesuai dengan pepatah minang “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Seluruh rangkaian upacara pernikahan adat, perlengkapan, tata rias membutuhkan persiapan yang lama dan sangat terperinci Mengusung unsur tradisional klasik kerajaan Minangkabau, Pelaminan Buchyar menyediakan kelengkapan yang membuat pernikahan sakral terlaksana dalam kemewahan adat perkawinan minangkabau yang kental.… Baca KelanjutannyaPelaminan Minang Buchyar

Sejarah Minangkabau – Fakta dan Logika

Berikut ini adalah kata sambutan salah seorang proklamator Indonesia Mohammad Hatta dalam buku Sejarah Minangkabau yang merupakan buku sejarah pertama mengenai Minangkabau: “Sampai saat ini belum ada buku yang menguraikan sejarah Minangkabau yang benar-benar merupakan buku sejarah. Yang ada ialah buku lukisan sepotong-potong. Ada pula diantaranya yang tidak membedakan yang benar dan yang dibuat-buat (Wahrheit und Dichtung). Sebab itu dapat dipuji keberanian lima orang muda sarjana sejarah untuk merintis kearah melukiskan sejarah Minangkabau. Mereka sendiri cukup insaf bahwa yang mereka sajikan masih berupa kerangka dan jauh daripada selesai. Mereka merupakan “satu pasukan” kecil perintis jalan dengan mengharapkan supaya tenaga-tenaga sejarah baru akan meneruskan dengan memperbaiki apa yang salah dan menambahkan apa… Baca KelanjutannyaSejarah Minangkabau – Fakta dan Logika