Umar Ismail

Sutradara, seniman, dramawan, budayawan, wartawan, politikus dan penyair terkemuka ini selain dianggap sebagian pihak sebagai bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail juga adalah sosok pejuang multidimensional yang penuh warna. Karena jasa-jasanya bagi perfilman Indonesia, nama Usmar Ismail (1921-1971) diabadikan dalam Pusat Perfilman H. Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta. Haji Usmar Ismail Mangkuto Ameh dilahirkan pada tanggal 20 Maret 1920 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan wafat di Jakarta pada tanggal 2 Januari 1971 karena pendarahan otak. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di HIS Batusangkar, Sumatera Barat, Usmar Ismail yang merupakan anak bungsu dari enam bersaudara melanjutkan belajar ke MULO-B (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Padang tahun 1935-1939. Di sinilah Usmar Ismail mulai berkenalan… Baca KelanjutannyaUmar Ismail

Sutan Syahrir

Sutan Syahrir (1909-1966) adalah perdana menteri Indonesia pertama dalam tiga kabinet yang berbeda dan merangkap Menteri Dalam dan Luar Negeri (1945-1947). Sutan Syahrir merupakan perdana menteri termuda di dunia ketika pertama kali menjadi perdana menteri. Ia juga pimpinan Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan pernah menjadi penasihat Presiden Soekarno (1947). Sutan Syahrir merupakan salah seorang pahlawan nasional. Sutan Syahrir lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 5 Maret 1909. Ayahnya bernama Mohammad Rasjad dan bergelar Maharadja Soetan, berasal dari Koto Gadang, Bukit Tinggi. Ayah Syahrir adalah penasihat sultan Deli dan ibunya berasal dari Natal, Tapanuli, Sumatera Utara. Riwayat pendidikan Sutan Syahrir dimulai dari jenjang Europesche Lagere School (ELS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs… Baca KelanjutannyaSutan Syahrir

Rohana Kuddus

Rohana Kuddus lahir di Koto Gadang, Bukit Tinggi pada tanggal 20 Desember 1884 dan meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1972. Rohana Kuddus adalah anak pertama pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dan Kiam. Rohana Kuddus adalah kakak tiri dari Sutan Syahrir. Perjuangan Rohana Kuddus dalam memajukan kaum wanita sangatlah nyata, tidak seperti wanita lain yang hanya berani bicara dan menulis tentang persamaan hak wanita dan perluasan kesempatan bagi kaum wanita tetapi menyerah dan menjadi korban (kalau tidak bisa dibilang pelestari) tradisi dan adat yang ditentangnya itu. Rohana Kuddus harus pergi dari kampung halamannya ke Medan untuk meneruskan perjuangannya bagi kaum wanita karena banyaknya ketidaksetujuan orang sekampungnya akan tujuan perjuangannya. Selama mengungsi… Baca KelanjutannyaRohana Kuddus

Hajjah Rangkayo Rasuna Said

H.R. Rasuna Said dilahirkan pada tanggal 15 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan wafat pada tanggal 2 November 1965 di Jakarta. Rasuna Said diangkat sebagai salah satu pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974. Perjuangan untuk Kaum Wanita Rasuna Said setelah menamatkan Sekolah Dasar melanjutkan belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan . Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah School Putri di Padang Panjang dan bertemu dengan Rahmah El-Yunusiah. Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, beliau sempat mengajar di Diniyah School Putri sebagai guru namun pada tahun 1930 Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki… Baca KelanjutannyaHajjah Rangkayo Rasuna Said

Haji Agus Salim

Agus Salim dilahirkan di Kota Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 dan wafat di Jakarta pada tanggal 4 November 1954. Agus Salim adalah putra kelima dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. Agus Salim juga terkenal sebagai multi-languages, orang yang menguasai lebih dari dua bahasa. Agus Salim menguasai tujuh bahasa asing yaitu Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Turki, Jepang dan Arab. Agus Salim adalah manusia yang serba bisa, Agus Salim adalah penerjemah, ahli sejarah, wartawan, sastrawan, diplomat praktisi pendidikan, filsuf dan ulama. Agus Salim adalah tokoh kosmopolitan yang tidak hanya berkiprah domestik saja seperti HOS Tjokroaminoto tetapi sudah mendunia. Agus Salim juga dikenal kalangan cendikiawan diluar… Baca KelanjutannyaHaji Agus Salim

Kisah Robin Hood dan Si Pitung Dari Kota Padang

Kisah Robin Hood di Inggris ataupun si Pitung di Batavia ternyata banyak juga terjadi didearah lain. Salah satunya adalah orang yang terkenal dengan sebutan si Rancak dari Kota Padang pada awal abad 19. Kota Padang sejak abad 18 merupakan kota metropolis terbesar di Sumatera karena aktivitas perekonomiannya apalagi sejak dibukanya tambang batubara di Ombilin dan pelabuhan Teluk Bayur serta perkebunan-perkebunan baru. Seiring dengan kemajuan perekonomian angka kriminalitaspun turut bertambah. Perkelahian antar perguruan silat ataupun kelompok kriminal seringkali terjadi. Orang-orang dari Pauh dan Koto Tengah juga tercatat paling sering membuat onar di kota Padang karena rasa benci yang mendalam terhadap Belanda sebagai penjajah. Si Rancak digambarkan sebagai pemuda yang rupawan, mungkin karena… Baca KelanjutannyaKisah Robin Hood dan Si Pitung Dari Kota Padang

Seni Berperang Minangkabau

Sun Tzu adalah seorang ahli strategi militer terkenal bangsa Cina yang menulis buku “The Art of War”, sebuah buku mengenai strategi militer klasik yang dapat diaplikasikan dalam banyak bidang mulai dari bisnis hingga pemasaran. Di Minangkabau juga terdapat sebuah buku tentang strategi militer yang mengajarkan kepada pasukan Belanda cara berperang lebih baik dalam melawan orang-orang Minang yang menjadi buku wajib untuk dibaca perwira-perwira Belanda yang ditugaskan ke Sumatera Barat. Kapten Hendriks menulis dalam catatan-catatannya yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku “Berperang di Sumatera” pada tahun 1881. Buku itu merupakan petunjuk-petunjuk bagaimana berperang di Minangkabau berdasarkan banyak kekalahan dan pengalaman pahit Belanda dimasa lalu. Belanda boleh jadi sangat paham dalam berperang di… Baca KelanjutannyaSeni Berperang Minangkabau