Desain Arsitektur Rumah Gadang Minangkabau

Arsitektur rumah tradisional di sepanjang pantai barat Sumatera memperlihatkan pergeseran unik. Jika diurut dari Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, hingga ke Sumatera Barat, bentuk atap rumah itu berubah: dari mendatar, agak melekuk, sampai melengkung sekali.Pemandangan itu menarik perhatian kami saat menyusuri kawasan pantai barat Sumatera dengan perjalanan darat, awal Mei lalu. Bangunan tradisional itu terbuat dari kayu tenam atau meranti atau ulin. dengan struktur berbentuk panggung. Sebagian rumah masih utuh.Kita mulai saja dari Liwa, Lampung Barat. Rumah tradisional di kawasan ini berbentuk datar dan terdiri dari empat sisi: bagian depan, belakang, samping kiri, dan samping kanan. Wuwungan atau bagian lancip atap terbentang lurus dari kiri ke kanan.Atap itu terbuat dari seng. Selain enteng, bahan ini juga bisa menahan dingin udara pegunungan. ”Atap lurus pas untuk melindungi penghuni rumah dari panas dan hujan. Bobotnya juga ringan,” kata ...

Pameran Wedding Pernikahan Kemilau Songket Minang

Kreativitas para perancang busana ternyata identik dengan keberuntungan. Tidak saja keberuntungan secara finansial yang diraih perancang dan perajin, tetapi juga keberuntungan bagi tumbuhnya sebuah kebudayaan. Secara sosial-ekonomi, industri tenun songket merupakan salah satu tulang punggung ekonomi rakyat yang cukup penting. Industri kecil masih tetap bertahan sebagai kegiatan ekonomi rakyat kecil.  Perancang busana Riny Suwardy, yang sudah 15 tahun berkutat dengan songket Minang, berharap industri ini bisa lebih menasional dan mendunia. Peragaan busana kebaya songket Minang bertajuk ”Kemilau Songket Padang” yang ditampilkannya di Bidakara Wedding Expo ke-5 di Jakarta, beberapa waktu lalu, misalnya, membuktikan harapan tersebut.  Perancang busana Riny Suwardy di Jakarta, pada acara Bidakara Wedding Expo 5, menampilkan busana kebaya pengantin bertajuk Kemilau Songket Minang. Kebaya pengantin yang ditampilkan menarik perhatian pengunjung karena beda dengan rancangan kebanyakan. Riny sudah mendapat tawaran untuk menggelar peragaan busana dari ...

Bukittinggi Kota Wisata Yang Tanpa Perda Benda Cagar Budaya

Balai Pelestarian Peninggalan Pusaka (BP3) Batusangkar yang wilayah kerjanya mencakup Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, mengungkapkan, Kota Bukittinggi memiliki 47 sumber daya budaya antaralain dalam bentuk bangunan pertahanan, perkantoran, permukiman, fasilitas umum, dan bangunan militer. “Tapi belum ada Perda kota, belum ada penetapan dari pemerintah kota. Nanti kalau ada bangunan bersejarah yang dirusak, sulit untuk menuntut. Karena belum ada ketentuan hukum yang sah,” tandas Kepala Kelompok Kerja Dokumentasi, Publikasi, dan Pengembangan BP3 Batusangkar, Teguh Hidayat, beberapa waktu lalu dalam Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang di Bukittinggi.Ia menambahkan, dari kacamata BP3 Batusangkar, di Bukittinggi ada 47 bangunan yang berpotensi menjadi BCB (Benda Cagar Budaya). “Tapi tugas kita hanya mendorong daerah untuk kemudian mengeluarkan produk hukum dalam rangka pelestarian. Penentuan dan urusan hukum itu urusan pemerintah setempat,” ujarnya sambil menambahkan di Sumatera Barat baru Padang dan ...

Paris Van Sumatera - Kota Bukittinggi Yang Berawal Dari Pasar

Parijs van Sumatra adalah sebutan dua kota di Sumatera pada masa kolonial. Di pulau Jawa, Bandung-lah yang mendapat julukan Parijs van Java. Tak lain karena pemandangan nan indah, pegunungan, berkelok-kelok, dan cuaca yang sejuk. Di Pulau Sumatera, Medan (Sumatera Utara) dan Bukittinggi (Sumatera Barat) mendapat julukan seperti tersebut di atas. Kali ini, giliran Parijs van Sumatra yang di Bukittinggi. Kota dengan liukan pegunungan nan elok, pemandangan hijau royo-royo, ngarai, serta Tri Arga (tiga gunung) yaitu Gunung Merapi – gunung tertinggi di Sumatera Barat – Gunung Singgalang, dan Sago.Sebenarnya tak hanya tiga gunung itu yang mengelilingi Bukittinggi. Tapi ada 27 bukit lain yang membuat Bukittinggi begitu sejuk dan cantik. Istana Negara di kota ini juga dinamakan Tri Arga dan kemudian menjadi Istana Negara Bung Hatta.Bukittinggi ada di 91 km sebelah utara kota pesisir Padang di mana ...

Jam Gadang Bukit Tinggi Kini Tanpa Patung Hermes dan Harimau

London boleh bangga punya Big Ben, tapi Bukitinggi boleh lebih berbangga, tak hanya punya Jam Gadang (Jam Besar), tapi juga pemandangan alam yang tak terbandingkan. Tengok saja Ngarai Sianok, dengan Goa/Lubang Jepang-nya. Belum lagi sederet gunung yang melingkari kota ini.Sebagai tengara kota, Jam Gadang setinggi 26 meter ini dibikin oleh putera Bukittinggi, Yazid Sutan Gigiameh. Dari paparan tim Rehabilitasi Jam Gadang, disebutkan, Jam Gadang dibangun oleh opzichter (arsitek) bernama Yazid Abidin (Angku Acik) yang berasal dari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.Jam yang merupakan hadiah Ratu Belanda kepada Controleur Oud Agam (sekretaris kota), HR Rookmaker, ini dibangun di “bukit tertinggi” (Bukik Nan Tatinggi) dan menghadap ke arah Gunung Merapi. Jam Besar ini didatangkan dari Rotterdam, Belanda, melalui Teluk Bayur (1926). Mesin Jam Gadang hanya ada dua di dunia, satu lagi tak lain adalah Big ...

Artis Marshanda Tampil Cantik Menawan Dalam Baju Busana Adat Minangkabau Ketika Pulang Kampung

Marshanda pulang kampung! Ikut dalam iring-iringan pada acara ”Baralek Gadang Batagak Pangulu”, akhir Februari di Tabek Sarojo, Bukittinggi, Sumatera Barat. Segera saja, kehadiran gadis kelahiran 10 Agustus 1989 ini menjadi perhatian masyarakat.Dia berada di Bukittinggi karena pamannya, Riyanto Sofyan, diangkat menjadi salah satu datuk pada acara tersebut, yaitu Datuk Pisang Ampek Nagari.Berbusana gadis Minang, sembari membawa nampan berisi keris dan peci datuk, Marshanda tersenyum meskipun ketegangan tergambar di rautnya.”Menjadi deg-degan enggak karuan. Bayangin aja, sepanjang perjalanan di pesawat, aku sedikit tegang. Bagaimana hati enggak tegang campur deg-degan, itu kan tanah budaya leluhurku. Semua keluargaku, adik-adik, Mama, dan saudara-saudara yang lain sudah pernah mendatanginya. Cuma aku sendiri yang sama sekali belum menginjakkan kakiku di sana. Ini kali pertama aku pulang kampung,” ujarnya.Menurut dia, kampung halaman selalu menjadi pembicaraan keluarga besarnya. Hal ini membuat Marshanda penasaran.”Akhirnya aku ...

Jam Gadang Bukti Tinggi Mulai Miring dan Retak

Bangunan Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, yang terdiri atas lima lantai diketahui miring. Kemiringan terjadi di beberapa lantai dengan sudut deviasi mencapai dua derajat.Menurut Direktur Eksekutif Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Catrini P Kubontubuh, Rabu (10/3), data itu diperoleh berdasarkan pengukuran detail oleh tim ahli pada November 2009. Ia mengatakan, miringnya Jam Gadang yang baru diketahui setelah pengukuran detail dengan citra tiga dimensi dari alat pemindai laser itu belum membahayakan keutuhan bangunan dan keselamatan pengunjung.Kata Catrini, ambang batas toleransi sudut kemiringan bangunan adalah lima derajat. Ia memastikan, studi lebih komprehensif dengan melibatkan sejumlah ahli dalam bidang struktur bangunan, praktisi penguatan bangunan pasca-gempa, dan geolog akan dilakukan dalam waktu hingga dua pekan mendatang.”Kami akan putuskan (dimulainya) kegiatan rehabilitasi setelah survei,” kata Catrini seusai Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang di Aula Istana Bung Hatta, Kota ...

Beberapa Koleksi Pakaian Pengantin Minangkabau & Pelaminan Minang

Pakaian pelaminan pengantin minangkabau berkerudung jilbab gaya koto gadang
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau sunting emas
Pakaian putih pengantin minangkabau akad nikah
Pakaian oranye pengantin Minangkabau pelaminan
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau tanduk
Tanduk ameh baju bintang pelaminan penganting minangkabau
Tanduk ameh pelaminan penganting minangkabau

Mari Beriklan Di Pelaminan Minang

Tulisan Lain Pada Blog