MEMASUKI kota Sawahlunto, dari kota Padang, Anda akan melihat kota mungil ini dikelilingi bukit. Setelah melalui jalanan menanjak kemudian jalanan turun, maka tampaklah Kota Tambang itu di bawah. Kota seluas sekitar 274 km2 ini dihuni sekitar 53 ribu penduduk. Kota ini pernah ditinggalkan penduduk, yang kebanyakan penambang, kala persediaan batubara di kota ini menipis. Itu terjadi di awal tahun 2000. Kini kota ini mulai menggeliat setelah Wali Kota Amran Nur berkomitmen merevitalisasi kota lama Sawahlunto seluas sekitar 6 km2 beserta bangunan tua dan peninggalan atau pusaka dari zaman kolonial.
Salah satu peninggalan Belanda di Sumatra Barat yang sekitar dua tahun lalu ditemukan dan langsung dibenahi demi meningkatkan wisata bekas kota tambang ini tak lain adalah Lubang Mbah Soero atau Lubang Mbah Suro. Tempat ini, sesuai namanya, tak lain adalah lubang bekas tambang batubara. Lubang ini merupakan ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang
Tenunan berbenang emas yang cantik (kain balapak) sudah merupakan ciri khas pakaian adat Minangkabau. Keindahannya sering kali di nilai dengan “barek” atau seberapa berat kain tersebut. Karena memang kain tenun berbenang emas tersebut cukup berat bila di kenakan.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa Minangkabau mempunyai tenunan khas berupa batik yang tidak kalah indahnya. Batik Minangkabau ini disebut batik tanah liek, karena batik yang asalnya dari Minangkabau ini salah satu pewarnanya adalah tanah liek, yaitu tanah liat.
Bila dilihat dari bahan pewarna yang digunakan dan cara pembuatan, teknologi pembuatan batik tanah liet ini merupakan teknologi tertua dalam pembuatan batik di Indonesia. Diduga batik ini muncul dari pengaruh kebudayaan Cina. Nenek moyang orang Minangkabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (Indo-Cina) mengarungi Laut Cina Selatan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian memudiki sungai Kampar, Siak, ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang
SUNGAI Batang Arau di Padang, Sumatera Barat, mengalir di kawasan Kota Lama Padang. Di sinilah kawasan pusat niaga Kota Padang ketika Belanda masih bercokol di Sumatra Barat. Maka kawasan ini menjadi salah satu tujuan yang menarik bagi pendatang, selain menyawang berbagai bangunan tua bergaya kolonial, campuran Tionghoa, bahkan perpaduan India (Keling), juga menikmati pemandangan sekitar kota Padang.
Di kawasan Kota Lama ini, jalur kereta api pertama, bersama stasiunnya, masih bisa dilihat. Jalur kereta api Pulau Aie (Pulau Air) menghubungkan Pulau Air (Padang) ke Padang Panjang sepanjang 71 km. Jalur ini kelar dibangun pada 1891 dan menjadi jalur utama perdagangan di Padang. Sejak 1980-an jalur ini berhenti beroperasi.
Rel masih bisa dilihat di kawasan kota Padang ini. Rel ini bisa berada di dalam rumah atau menjadi bagian teras sebuah rumah. Sejak tidak beroperasi, kawasan itu kemudian tumbuh menjadi ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang
Petani di Minangkabau Sumatera Barat meninggalkan pestisida dan pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan atau organik. Penggagasnya diganjar Kalpataru
MASRIZAL, 60 tahun, petani Minang asal Jorong Batang Laweh, Solok Selatan, Sumatera Barat, masih ingat jelas kejadian di awal 1980-an. Saat itu, ia biasa melihat ada pesawat kecil yang menyemprot sawahnya dengan endrin untuk membasmi hama tungro (virus yang ditularkan wereng hijau) yang memakan padi di kampungnya. Penyemprotan hama juga dilakukan para penyuluh lapangan.
Hama memang mati. Tapi belut dan ikan yang ada di dalam sawah pun jadi korban. Itik, kucing, dan ayam yang memakan ikan mati ikut putus napas pada sore harinya. Benar-benar mengejutkan. "Sejak itu, saya mulai tidak suka dengan racun pestisida," kata Masrizal salah satu petani Minangkabau pekan lalu. Ia memakai anti hama organik yang ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang
Ragam Pernikahan Nusantara 2007 yang diselenggarakan pada tanggal 14 - 18 November 2007 oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia di Kartika Expo, Balai Karitni di Jalan Gatot Subroto Kav. 37 Jakarta beberapa hari yang lalu menampilkan pesona adat istiadat pernikahan Nusantara. Pada Ragam Pernikahan Nusantara 2007 ini setiap harinya menampilkan berbagai macam prosesi pernikahan adat seperti pernikahan adat Jawa, pernikahan adat Sunda, pernikahan adat Lampung, pernikahan adat Minang dan sebagainya.
Ragam Pernikahan Nusantara ini diselenggarakan dalam rangka mempromosikan ragam kebudayaan Indonesia khususnya adat pernikahan tradisional Indonesia kepada masyarakat luas. Pada acara yang dibuka langsung oleh Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indoneisa, beliau menyempatkan diri mampir ke stand Pelaminan Minang Buchyar dan menerima penjelasan mengenai pernikahan adat Minang.
Ragam Pernikahan Nusantara yang merupakan cultural expo ini, Pelaminan Minang Buchyar mendapatkan kehormatan sebagai undangan khusus ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang
Setiap daerah di Minangkabau memiliki adat pernikahan yang sedikit banyak berbeda dari daerah lain. Pada hari kedua Ragam Pernikahan Nusantara 2007 tanggal 15 November, Pelaminan Minang Buchyar menampilkan prosesi pernikahan adat Minang Lubuk Jantan, Lintau - Kabupaten Tanah Datar di provinsi Sumatera Barat. Dalam prosesi pernikahan adat Minang khas Lubuk Jantan ini dipandu oleh Ibu Nusye sebagai pembawa acara dan disaksikan oleh wakil dari Bupati Tanah Datar.
Pelaminan khas Lubuk Jantan
Pelaminan khas minang ala Lubuk Jantan yang diperagakan oleh Pelaminan Minang Buchyar ini bertaburkan kain bersulamkan benang emas dengan warna yang mendominasi hitam, warna yang mewakili kalangan datuk. Singgasana pengantin di buat untuk bersila dan bersimpuh, dan bukan duduk di kursi yang melambangkan bahwa semua orang sederajat.
Terdapat sepasang setajuak yang ditaruh didepan pelaminan disebelah kiri dan kanan dan berjumlah sebelas ...
Ditulis oleh Pelaminan Minang Buchyar - Kumpulan Resep Masakan Minang